Desa Lombo — Upaya mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan terus dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 115 Posko Desa Lombo. Salah satunya melalui penyelenggaraan Seminar Agroforestry yang melibatkan petani lokal, tokoh masyarakat, serta warga Desa Lombo.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan model pengelolaan lahan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga mampu menjaga kesuburan tanah dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang. Seminar ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat dalam merespons tantangan degradasi lahan serta perubahan iklim yang mulai dirasakan di sektor pertanian.
Dalam seminar tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep agroforestry sebagai sistem pertanian terpadu yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian. Sistem ini dinilai memiliki keunggulan dalam meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi risiko erosi tanah, menjaga keseimbangan ekosistem, serta membuka peluang peningkatan pendapatan petani secara berkelanjutan.
Para petani dan tokoh masyarakat yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini tercermin dari aktifnya diskusi serta berbagai pertanyaan yang diajukan terkait penerapan agroforestry sesuai dengan kondisi lahan dan jenis tanaman yang ada di Desa Lombo. Diskusi tersebut juga membuka ruang pertukaran pengalaman antara petani dan mahasiswa mengenai praktik pertanian yang selama ini dijalankan.
Melalui seminar ini, Mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Lombo dapat mulai mempertimbangkan penerapan sistem agroforestry sebagai alternatif pengelolaan lahan yang adaptif terhadap tantangan lingkungan dan ekonomi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian masyarakat.
