1000 Kentongan GERAKAN MORAL Taruma Nagara: Pendekar Bekasi Bangkit, Tangguh Hadapi Bencana

BEKASI — GERAKAN MORAL “Taruma Nagara” menorehkan jejak kebajikan di tanah Patriot dengan menggelar Apel Pendekar Tanggap Bencana 1000 Kentongan di Aula Kantor Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini menjadi manifestasi kesadaran kolektif bahwa mitigasi bencana bukan sekadar agenda teknokratis, melainkan panggilan nurani yang berakar pada kearifan lokal, persatuan, dan kepatuhan pada hukum negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Apel ini diinisiasi oleh Yayasan GERAKAN MORAL dan dihadiri oleh berbagai unsur strategis, mulai dari BPBD Kota Bekasi, KATANA Jatimulya, hingga para guru besar dan tokoh padepokan pencak silat se-Bekasi. Hadir di antaranya TB. Lukman Hasan (Padepokan Simamaung, Babelan), TB. Bambang (Padepokan Cingkrik Goning), Baba Rais Kadir (Padepokan Kisayan), Cang Edi (Padepokan Silat Gado-Gado Betawi), Denny Jiung (Golok Terbang Bekasi), serta banyak padepokan lainnya. Keberagaman ini menyatu dalam satu irama kentongan, simbol peringatan dini dan gotong royong Nusantara.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Seksi Pencegahan & Kesiapsiagaan, Idham Kholid, S.Sos., menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas adalah ruh kesiapsiagaan. “Penanggulangan bencana harus dimulai dari masyarakat. Apel ini selaras dengan mandat undang-undang dan kebijakan nasional yang menekankan pencegahan dan kesiapsiagaan. Kearifan lokal seperti kentongan adalah instrumen edukatif yang efektif untuk membangun kewaspadaan kolektif,” ujarnya.

Plt Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, S.Sos.,(kanan) saat bersama Ketua GERAKAN MORAL, Mardani (kiri) disela-sela Apel Akbar 1000 Kentongan Tanggap Bencana, Minggu (18/12/2025).

Ketua Yayasan GERAKAN MORAL, Mardani, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari cinta pada tanah lahir dan tanggung jawab moral menjaga keselamatan sesama. “GERAKAN MORAL Taruma Nagara kami maknai sebagai ikrar merawat peradaban. Seni budaya, olahraga, pendidikan, dan keagamaan kami rajut sebagai kekuatan sosial untuk kesiapsiagaan bencana. Ini bukan seremoni, melainkan ikhtiar berkelanjutan yang taat hukum dan berorientasi masa depan,” tutur Mardani dengan penuh semangat.

Apresiasi tinggi disampaikan Nur Alamsyah, ST., SH, Direktur Utama Gajayasa General Kontraktor. Pria yang akrab disapa Mandor Alam ini menilai kegiatan tersebut sebagai teladan bagi putera-puteri Bekasi yang cinta dan peduli pada tanah lahirnya. “Inilah contoh konkret kepedulian sosial yang memadukan nilai budaya dan kepatuhan hukum. Dukungan material dan imaterial perlu terus digerakkan agar kesiapsiagaan menjadi budaya,” tegasnya.

Dirut Gajayana General Kontraktor (kanan) saat menyerahkan Akte Notaris Yayasan Gerakan Moral kepada Ketua Gerakan Moral, Mardani (kiri) di Aula Kelurahan Jakasampurna, Kota Bekasi, Minggu (28/12/2025).

Tak hanya dukungan moral, Mandor Alam juga menyerahkan secara langsung Akte Pendirian Yayasan GERAKAN MORAL kepada Mardani selaku Ketua Yayasan. Penyerahan ini menandai penguatan legalitas lembaga yang bergerak di bidang seni budaya, olahraga, pendidikan, dan keagamaan, sebuah fondasi hukum yang memastikan keberlanjutan program, akuntabilitas, serta sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Pungkas mantan Sekjen GERAKAN MORAL (Mandor Alam-red).

Rangkaian apel berlangsung khidmat dan edukatif, menghadirkan pembelajaran mitigasi bencana yang berakar pada kearifan lokal sekaligus sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Denting kentongan bukan sekadar bunyi, melainkan pesan peringatan, solidaritas, dan kesiapan—sejalan dengan semangat perlindungan warga negara sebagaimana dijamin konstitusi.

Dengan terselenggaranya Apel Pendekar Tanggap Bencana 1000 Kentongan, GERAKAN MORAL “Taruma Nagara” menegaskan visi kebangkitan Nusantara dari Bekasi: masyarakat berdaya, budaya hidup, hukum ditegakkan, dan masa depan dirawat bersama. Sebuah tindakan (tajam, visioner, dan berpijak pada nilai luhur-red) yang mengajak semua pihak menjaga bumi pertiwi dengan hati, akal, dan hukum.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *