KUALA LUMPUR – Ribuan orang berkumpul di ibukota Malaysia hari Ahad kemarin (4/12/2016) untuk mengikuti aksi solidaritas terhadap Muslim Rohingya. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Di antara yang hadir pada rapat umum yang diselenggarakan oleh pemerintah tersebut adalah Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi, Presiden Partai Islam Malaysia Abdul Hadi Awang dan beberapa menteri federal.

Edaran resmi didistribusikan kepada peserta aksi dan masyarakat. Edaran tersebut menyatakan bahwa Malaysia “mengutuk serangan terhadap Muslim Rohingya dan menyebutnya sebagai serangan terhadap Islam dan kemanusiaan”, seraya menegaskan bahwa pemerintah Myanmar harus segera menghentikan kekerasan militer di Rakhine – rumah bagi sekitar 1,2 juta Muslim Rohingya.

“Ini adalah hari yang membanggakan bagi semua Muslim di Malaysia bahwa kita semua berdiri untuk kemanusiaan yang mempengaruhi saudara kita di Myanmar,” ungkap PM Razak dalam rapat umum tersebut.

Kelompok advokasi Rohingya mengklaim sekitar 400 rakyat Rohingya telah tewas dalam operasi militer di Rakhine Utara sejak 9 Oktober lalu. Fakta ini bersebrangan dengan pemerintah Myanmar yang menyatakan hanya 91 orang, lapor Anadolu Agency.

Sejak bulan lalu, Malaysia telah mengkritik pemerintah dan militer Myanmar atas pembersihan etnis yang sedang berlangsung di Rakhine. Tim kesebelasan Malaysia juga membatalkan dua pertandingan sepakbola yang dijadwalkan berlangsung di Myanmar bulan ini.

Dalam aksi tersebut, rakyat dan pemerintah Malaysia meminta janji dari ikon perdamaian negara itu Aung San Suu Kyi. Razak mengungkapkan kepada ribuan massa aksi, termasuk ribuan Muslim Rohingya, bahwa pertemuan di Stadion Titiwangsa bertujuan untuk menegur Suu Kyi, sebagai pemerintah dan peraih Nobel perdamaian, agar mengambil tindakan yang adil dan tegas atas tragedi Rohingnya. [IP]